Jumat, 27 Oktober 2017

sabarku tak hanya untuk mencintaimu

😥Entah dari mana kita mengenal, aku lupa. Entah bagaimana aku mencintaimu, akupun lupa. Semuanya terjadi begitu saja. Aku merasa nyaman terhadap kamu. Kamu sadar, perkataanmu membuatku melangkahkan kaki untuk berhijrah. Bukan kamu yang menjadi alasanku untuk berhijrah, tapi lewat kamu tuhan memberikan hidayah untukku. Meski sebenarnya banyak sifatmu yang tidak aku sukai, tapi menjauh darimu seakan aku tak mampu. Saya bingung mendefinisikan seperti apa perasaanku ini. Pernah tidak saya menuntut kamu menjadi yang aku mau?..... 
Mungkin cinta itu hanya tumbuh di hatiku saja, dihatimu tidak. Tapi bisa tidak menghargai sikapku sedetik saja. Aku tidak ingin mendapatkan rasa yang sama, namun paling tidak bersikaplah yang sopan. Berapa banyak sikap jutek, sengak dan nyebelin yang sudah kau lakukan. Sakit lho rasanya, tapi aku mencoba diam. Aku sadar itu memang watakmu, tidak bisa diubah. Tapi menghargai orang lain apa seh salahnya. 
Terkadang aku lelah, aku ingin pergi jauh darimu. Tapi waktu kembali mendekatkan, aku ingin nangis rasanya. Mengapa laki-laki yang aku cintai adalah kamu?. Aku tidak butuh dimanja seperti perempuan lain, aku hanya butuh waktumu sejenak. Aku bertahan dengan perasaan ini, namun semakin terasa sakit. Banyak hal yang membuatku cemburu, tapi aku bisa apa. Rasanya aku ingin teriak, tolong jaga perasaanku. 
Berhenti mencanduku dengan rindu....
Berhenti menumbuhkan rasa cinta dihatiku......
Aku hanya butuh waktu........
Aku mencintaimu seperti apa adanya kamu....
Namun, aku ingin berhenti.....
Bukan lagi jeda, tapi berhenti untuk dekat denganmu....
Terima kasih atas perasaan palsu selama ini......
"trimo mundur, timbang mbendino loro ati"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar